IF YOU ALREADY IN LOVE, TAX IS NO MORE LOAD

Let us imagine for a moment. An independent life is safe from colonialism. The roads to various routes that make it easier for us to travel anywhere. Beautiful and cool city park. Sports facilities such as stadiums and many more public facilities. All that this country has prepared for us. Like a lover, this country has paid a lot of attention to our daily lives. So, how do we feel about that attention? Has it ever occurred to us, what if the attention we get from this country is lost?

Maybe, some of us will think that what this country has given us is normal, just ordinary, we deserve it anyway. We may forget that to provide all these facilities, a lot of funds are needed. This country has sacrificed itself by allowing all of its natural resources to be used. Meanwhile, not many of us want to build public facilities for free.

Someone who loves his lover will certainly do anything for his lover. A person who loves the homeland will ask this country, what can he do for this country? Thankfully, this country no longer needs our sacrifices in the form of bloodshed against the invaders, as the freedom fighters used to do. This country only needs our contribution to continue the existing development, which is ultimately for the welfare of our own lives.

What kind of contribution? Perhaps we can make this contribution by taking part in caring for and maintaining public facilities, as well as supervising the progress of development. That’s good, but not enough. This country needs funds to finance development. Especially when there was a Covid-19 outbreak that was hitting our country. All the nation’s children should work together to help fellow citizens to help the lives of those who are affected. We can do this by giving some of the assets we have, namely in the form of taxes.

By paying taxes, we not only show our love for this country, but also show a form of our social care for others. Development whose funds come from our taxes will not only be enjoyed by us, but also by our brothers and sisters in this country. The taxes we pay are collected and managed through the APBN mechanism, then redistributed to the public through various government programs and activities. Perhaps it has occurred to us that taxes are only burdensome for us because it will reduce our income or make the price of goods more expensive. Even though not everyone is obliged to pay taxes. Only qualified persons are obliged to pay taxes. Only tax subjects who meet subjective and objective requirements and have income above non-taxable income (PTKP) are obliged to pay taxes. In addition, in accordance with one of the principles of tax collection, namely convenience, collecting taxes should not make it difficult for taxpayers. Taxes will not interfere with one’s business or hinder the smooth running of the economy. Apart from all that, if we really love this country, of course we want this country to develop. So it is only natural that we are happy to contribute to the development of this country. Finally, paying taxes is no longer felt as a burden, but as proof of our love for this country. #Our Taxes for Us

JIKA SUDAH CINTA, PAJAK TAK LAGI JADI BEBAN

Mari sejenak kita membayangkan. Kehidupan yang merdeka aman dari penjajahan. Jalan-jalan ke berbagai rute yang memudahkan kita bepergian ke mana saja. Taman kota yang indah dan sejuk. Sarana olahraga seperti stadion dan masih banyak lagi fasilitas umum. Semua itu telah disediakan negeri ini untuk kita. Ibarat seorang kekasih, negeri ini telah banyak memberikan perhatiannya untuk kehidupan kita sehari-hari. Lantas, bagaimana perasaan kita atas perhatian itu? Apakah pernah terpikir oleh kita, bagaimana jika perhatian yang kita dapatkan dari negeri ini hilang?

Mungkin, sebagian kita akan berpikir bahwa apa yang telah diberikan negeri ini adalah hal yang lumrah, biasa saja, toh kita berhak mendapatkannya. Kita mungkin lupa bahwa untuk memberikan segala fasilitas tersebut diperlukan dana yang tidak sedikit. Negeri ini telah mengorbankan dirinya dengan membiarkan seluruh sumber daya alamnya kita gunakan. Sedangkan di antara kita, tak banyak yang mau membangun fasilitas umum secara gratis.

Seseorang yang mencintai kekasihnya tentu akan berbuat apa saja untuk kekasihnya. Seseorang yang cinta tanah air akan bertanya pada negeri ini, apa yang bisa ia perbuat untuk negeri ini? Syukurlah, negeri ini tidak lagi membutuhkan pengorbanan kita dalam bentuk pertumpahan darah melawan penjajah, seperti yang dulu dilakukan oleh para pejuang kemerdekaan. Negeri ini hanya membutuhkan kontribusi kita untuk melanjutkan  pembangunan yang ada, yang pada akhirnya untuk menyejahterakan kehidupan kita sendiri.

Kontribusi seperti apakah itu? Kontribusi itu mungkin bisa kita lakukan dengan cara ikut merawat dan memelihara fasilitas umum, serta mengawasi jalannya pembangunan. Itu bagus, namun belumlah cukup. Negeri ini membutuhkan dana untuk membiayai pembangunan. Terlebih saat ada wabah Covid-19 yang tengah melanda di negeri kita. Segenap anak bangsa semestinya bahu-membahu menolong sesama warga untuk membantu kehidupan mereka yang terdampak. Ini dapat kita lakukan dengan memberikan sebagian dari harta yang kita miliki, yakni dalam bentuk pajak.

Dengan membayar pajak bukan saja kita menunjukkan rasa cinta kita pada negeri ini, tapi juga menunjukkan bentuk kepedulian sosial kita terhadap sesama. Pembangunan yang dananya bersumber dari pajak kita bukan hanya akan dinikmati oleh kita saja, tapi juga oleh saudara-saudara kita di negeri ini. Pajak yang kita bayarkan itu dihimpun dan dikelola melalui mekanisme APBN, kemudian didistribusikan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program dan kegiatan Pemerintah. Barangkali pernah terpikir di benak kita, bahwa pajak hanya memberatkan kita karena akan mengurangi penghasilan kita atau membuat harga barang menjadi lebih mahal. Padahal tidak semua orang berkewajiban membayar pajak. Hanya orang-orang yang memenuhi syarat saja yang berkewajiban membayar pajak. Hanya subjek pajak yang memenuhi syarat subjektif dan objektif serta berpenghasilan di atas penghasilan tidak kena pajak (PTKP) saja yang berkewajiban membayar pajak. Selain itu sesuai dengan salah satu prinsip pemungutan pajak, yaitu kenyamanan (convience), memungut pajak tidak boleh menyulitkan wajib pajak. Pajak tidak akan membuat usaha seseorang menjadi terganggu atau menghambat kelancaran ekonomi. Terlepas dari itu semua, jika kita memang benar-benar mencintai negeri ini tentu kita menginginkan negeri ini maju. Maka sudah sewajarnyalah jika dengan senang hati kita berkontribusi untuk pembangunan negeri ini. Akhirnya membayar pajak tidak lagi dirasakan sebagai beban, melainkan sebagai bukti cinta kita pada tanah air ini. #PajakKitaUntukKita