TAX RATIO DI TENGAH ISU KETIMPANGAN PENDAPATAN

Cara yang lebih efektif guna mengatasi ketimpangan pendapatan di masyarakat adalah melalui fungsi manajemen pemerintahan secara umum dengan mengoptimalkan pengelolaan APBN untuk kepentingan masyarakat.

Penerimaan pajak merupakan pilar utama penerimaan dalam APBN. Undang-undang APBN mengamanatkan bahwa penerimaan perpajakan harus mampu memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan sesuai dengan kemampuan dalam menghimpun pendapatan  negara. Sehingga wajar terdapat tuntutan yang mendesak agar ada peningkatan dalam  penerimaan negara dari pajak seiring dengan kebutuhan belanja negara untuk pembangunan.

Dari tahun ke tahun realisasi penerimaan pajak selalu meningkat seiring dengan meningkatnya target penerimaan. Di banyak negara, tax ratio dihitung dengan membandingkan antara penerimaan pajak dengan produk domestik bruto (PDB). Manfaat tax ratio adalah untuk mengukur seberapa besar porsi penerimaan pajak dalam perekonomian nasional. Disamping itu angka tax ratio juga menunjukkan kemampuan pemerintah dalam mengumpulkan penerimaan  negara dari aktivitas perekonomian yang ada.

Penerimaan negara yang besar sudah tentu membuat pemerintah dapat menyelenggarakan fungsi  manajemen pemerintahannya dengan lebih leluasa. Dengan begitu pencapaian tujuan-tujuan   pembangunan yang telah direncanakan untuk kesejahteraan rakyat akan semakin mudah direalisasikan.

Selain tax ratio, ada indikator lain yang sering digunakan untuk mengukur seberapa besar distribusi pendapatan yang diterima oleh masyarakat. Distribusi pendapatan nasional merupakan unsur penting untuk mengetahui tinggi atau rendahnya tingkat kesejahteraan atau kemakmuran suatu negara. Indikator yang dipakai tersebut adalah koefisien gini atau gini ratio.

Gini ratio berfungsi untuk mengukur tingkat ketimpangan distribusi pendapatan di masyarakat. Semakin tinggi atau besar indeks gini, semakin tinggi pula tingkat ketidakmerataannya (distribusi pendapatannya tidak merata). Sebaliknya, semakin kecil indeks gini semakin rendah tingkat ketidakmerataannya (distribusi pendapatannya semakin merata).

Terdapat dua pola keterkaitan antara tax ratio dengan gini ratio. Di satu sisi, pajak merupakan produk kebijakan pemerintah yang berfungsi sebagai instrumen untuk mengatur perekonomian (fungsi regulerend). Dalam hal ini, hubungan antara keduanya adalah langsung. Sementara di sisi lain sebagai pengisi pundi-pundi kas negara (fungsi budgeter), keterkaitan antara penerimaan pajak dengan distribusi pendapatan bersifat tidak langsung. Dalam hal ini diperlukan peran manajemen pemerintahan secara umum dalam bentuk pengelolaan APBN yang berdampak pada pemerataan pendapatan masyarakat. Jadi peningkatan penerimaan pajak tidak secara otomatis meningkatkan pemerataan pendapatan masyarakat.

Disadari bahwa fungsi pajak sebagai instrumen pengatur perekonomian tidak sepenuhnya dapat mengatasi terjadinya ketimpangan pendapatan yang ada di masyarakat. Hal ini disebabkan oleh karena masih terdapat beberapa kondisi sebagai berikut: (a) angka tax ratio belum mencerminkan kondisi ideal karena masih menyimpan potensi pajak besar yang belum tergali di masyarakat, (b) tingkat kepatuhan perpajakan rendah yang menunjukkan masyarakat belum sepenuhnya sadar akan kewajibannya membayar pajak, dan (c) masih adanya upaya-upaya penghindaran pajak secara melawan hukum dibuktikan dengan kasus-kasus pidana perpajakan yang berhasil diungkap. Kondisi di atas telah menyebabkan fungsi pajak sebagai instrumen pengatur perekonomian tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.  Dengan demikian, cara yang lebih efektif guna mengatasi ketimpangan pendapatan di masyarakat adalah melalui fungsi manajemen pemerintahan secara umum dengan mengoptimalkan pengelolaan APBN untuk kepentingan masyarakat. Peran pajak dalam hal ini adalah menyediakan ruang fiskal yang cukup untuk keleluasaan pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s