WAJIB GUNAKAN E-FAKTUR, ERA BARU ADMINISTRASI PPN DIMULAI

Selamat datang di era baru administrasi PPN! Melalui e-Faktur, sinergi antara pemerintah dan para pengusaha diharapkan mampu membangun sistem perpajakan yang lebih baik untuk kepentingan bangsa.

Implementasi e-Faktur tanggal 1 Juli 2015 untuk seluruh pengusaha kena pajak (PKP) yang terdaftar di kantor pelayanan pajak di Jawa dan Bali telah diluncurkan. Terhitung sejak tanggal itu, tidak ada pilihan lain bagi PKP se-Jawa – Bali selain harus menggunakan aplikasi e-Faktur jika ingin menerbitkan faktur pajak. Hal ini mengingat bahwa PKP yang diwajibkan menggunakan e-Faktur, tidak diperkenankan lagi menerbitkan dan melaporkan faktur pajak berbentuk kertas (manual).

Ketentuan perpajakan mengatur bahwa PKP yang telah diwajibkan membuat e-Faktur tetapi tidak membuat e-Faktur atau membuat faktur pajak berbentuk elektronik namun tidak mengikuti tata cara yang telah ditentukan, dianggap tidak membuat faktur pajak. Bagi PKP yang melanggar ketentuan ini, akan dikenai sanksi administrasi berupa denda sebesar 2% (dua persen) dari dasar pengenaan pajak sesuai dengan Undang-undang tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Terlepas dari ancaman sanksi di atas, pada dasarnya pemberlakuan e-Faktur dimaksudkan untuk memberikan kemudahan, kenyamanan, dan keamanan bagi PKP karena akan semakin yakin bahwa faktur pajak yang dikreditkan telah sesuai dengan transaksi yang sebenarnya. Mereka juga akan terhindar dari faktur pajak fiktif lawan transaksi  yang dapat merugikan perusahaannya.

Kelebihan lain e-Faktur ditunjukkan dengan begitu mudahnya PKP melakukan cek silang terhadap e-Faktur atas setiap pemungutan PPN dari lawan transaksi.  Fitur ini akan melindungi PKP dari pengkreditan pajak masukan yang tidak sesuai ketentuan. Hal ini dimungkinkan karena e-Faktur dilengkapi dengan pengaman berupa QR code. QR code menampilkan informasi tentang transaksi penyerahan, nilai DPP dan PPN dan lain-lain. Informasi dalam QR code dapat dilihat menggunakan aplikasi QR code scanner yang terdapat di smartphone atau gadget lainnya. Jika informasi yang terdapat dalam QR code tersebut berbeda dengan data di aplikasi e-Faktur, maka faktur pajak tersebut tidak valid.

Dengan penggunaan e-Faktur maka nomor seri faktur pajak ‘abal-abal’ pasti tertolak di aplikasi e-Faktur karena pemberian nomor seri faktur pajak harus melalui tahapan validasi PKP yang ketat, mulai dari registrasi ulang, pemberian kode aktivasi via pos maupun password khusus. Disamping itu, aplikasi ini hanya dapat digunakan oleh perusahaan berstatus PKP yang telah memiliki sertifikat elektronik. Melalui sistem ini dapat dipastikan bahwa hanya PKP yang telah memenuhi persyaratan saja yang dapat menerbitkan faktur pajak sehingga tidak ada lagi non-PKP bisa menerbitkan faktur pajak.

Selain aman, manfaat lain bagi pengusaha yang menggunakan e-Faktur adalah dari sisi kenyamanan yaitu: tanda tangan basah digantikan tanda tangan elektronik, e-Faktur tidak harus dicetak, aplikasi e-Faktur juga sekaligus untuk membuat SPT Masa PPN sehingga tidak perlu lagi memakai aplikasi terpisah, dan PKP dapat meminta nomor seri faktur pajak melalui laman resmi yang disediakan pemerintah sehingga tidak perlu lagi datang ke KPP.

Bagi pemerintah, e-Faktur merupakan kelanjutan pembenahan sistem perpajakan sejak tahun 2010 untuk memudahkan administrasi PPN. Aplikasi e-Faktur akan memperbaiki administrasi PPN dan semakin mendekatkan otoritas pajak ke visi administrasi PPN berbasis teknologi. Dengan e-Faktur ini pula diharapkan akan mampu mengatasi permasalahan dalam administrasi PPN sehingga penerimaan pajak dari sektor PPN dapat semakin optimal. Selain itu, sistem berbasis elektronik ini akan meminimalkan penyalahgunaan penggunaan faktur pajak oleh perusahaan fiktif atau pihak yang tidak bertanggung jawab sehingga potensi pajak yang hilang menjadi sangat kecil.

Diwajibkannya penggunaan e-Faktur untuk seluruh PKP di Jawa-Bali mulai 1 Juli 2015 dan seluruh PKP secara nasional mulai 1 Juli 2016, membawa Indonesia memasuki era baru digitalisasi administrasi perpajakan, khususnya PPN. Selamat datang di era baru administrasi PPN! Melalui e-Faktur, sinergi antara pemerintah dan para pengusaha diharapkan mampu membangun sistem perpajakan yang lebih baik untuk kepentingan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s