PEMERIKSAAN PAJAK SEBAGAI SARANA MEMBINA KEPATUHAN

Nyata bahwa keberadaan pemeriksaan pajak sangat diperlukan guna memastikan sistem self assessment berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan.

Sistem self assesment dalam pemungutan pajak yang berlaku sekarang ini telah memberikan kepercayaan lebih besar kepada wajib pajak untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya. Sebagai perwujudan dari sistem ini wajib pajak diberikan kesempatan untuk menghitung, memperhitungkan, membayar, dan melaporkan sendiri pajaknya yang terutang. Konsekuensi dari penerapan sistem ini adalah pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak akan dianggap benar sepanjang belum ditetapkan lain oleh otoritas pajak.

Bertitik tolak dari sistem self assesment di atas, maka dalam rangka pengawasan dan pembinaan, otoritas berwenang melakukan pemeriksaan guna menguji sampai sejauh mana tingkat kepatuhan wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakan tersebut. Contoh dari pemeriksaan untuk menguji kepatuhan ini adalah pemeriksaan yang dilakukan terhadap wajib pajak yang mengajukan permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak (restitusi pajak).

Pemeriksaan sendiri menurut Undang – Undang KUP didefinisikan sebagai serangkaian kegiatan menghimpun dan mengolah data, keterangan, dan/atau bukti yang dilaksanakan secara objektif dan profesional berdasarkan suatu standar pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dan/atau untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Sedangkan yang melakukan pemeriksaan disebut pemeriksa pajak, yaitu pegawai negeri sipil di lingkungan pemerintahan atau tenaga ahli yang ditunjuk oleh pejabat yang diberi tugas, wewenang, dan tanggung jawab untuk melaksanakan pemeriksaan pajak.

Ruang lingkup pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dapat meliputi satu, beberapa, atau seluruh jenis pajak, baik untuk satu atau beberapa masa pajak, bagian tahun pajak, atau tahun pajak dalam tahun-tahun lalu maupun tahun berjalan. Adapun pemeriksaan untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan memiliki ruang lingkup yang dapat meliputi penentuan, pencocokan, atau pengumpulan materi yang berkaitan dengan tujuan pemeriksaan.

Pelaksanaan pemeriksaan dalam rangka menguji pemenuhan kewajiban perpajakan wajib pajak ini dilakukan dengan menelusuri kebenaran surat pemberitahuan (SPT), pembukuan atau pencatatan, dan pemenuhan kewajiban perpajakan lainnya dibandingkan dengan keadaan atau kegiatan usaha yang sebenarnya.

Selain terkait dengan permohonan restitusi pajak, pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan juga dapat dilakukan, antara lain dalam hal wajib pajak: telah diberikan pengembalian pendahuluan kelebihan pembayaran pajak, menyampaikan SPT yang menyatakan rugi, melakukan restrukturisasi usaha atau akan meninggalkan Indonesia untuk selama-lamanya, melakukan perubahan tahun buku atau metode pembukuan atau revaluasi aktiva tetap, atau tidak menyampaikan atau menyampaikan SPT tetapi melampaui jangka waktu yang ditetapkan dalam surat teguran.

Sementara itu pemeriksaan untuk tujuan lain dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan, antara lain dilakukan untuk: pemberian NPWP secara jabatan, penghapusan NPWP, pengukuhan/pencabutan pengukuhan pengusaha kena pajak, wajib pajak mengajukan keberatan, penentuan wajib pajak berlokasi di daerah terpencil, penentuan satu atau lebih tempat terutang PPN, dalam rangka penagihan pajak, atau penentuan saat produksi dimulai atau memperpanjang jangka waktu kompensasi kerugian sehubungan dengan pemberian fasilitas perpajakan.

Nyata bahwa keberadaan pemeriksaan pajak sangat diperlukan guna memastikan sistem self assessment berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan perpajakan. Jadi pemeriksaan pajak merupakan suatu hal yang biasa sehingga wajib pajak tidak perlu merasa risau apabila diperiksa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s