INOVASI DAN KNOWLEDGE MANAGEMENT PENGEMBANGAN SDM DJP

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) adalah instansi pemerintah setingkat unit eselon I di bawah Kementerian Keuangan RI yang termasuk paling awal menerapkan Standar Kompetensi Jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN). Menurut ketentuan ASN, terdapat tiga jenis kompentensi jabatan yang berlaku, yaitu: a) kompetensi teknis; b) kompetensi manajerial; dan c) kompetensi sosial kultural. Meskipun sudah terbit Permen PAN-RB No. 38 Tahun 2017, namun sebagian besar instansi pemerintah masih belum mengimplementasikan Permen tersebut. Hal ini disebabkan oleh karena aturan Permen tersebut bersifat normatif dan bukan berupa petunjuk operasional yang dapat langsung diterapkan. Petunjuk operasional biasanya ditetapkan dengan peraturan yang lebih teknis di masing-masing kementerian sektoral.

Di DJP sendiri, implementasi dari Permen di atas telah diterapkan untuk keperluan promosi jabatan struktural eselon IV dan III, serta jabatan fungsional pemeriksa pajak. Khusus untuk promosi jabatan struktural, DJP telah membangun sendiri sistemnya sejak beberapa tahun yang lalu. Meski makin tinggi level jabatan makin tinggi pula level kompetensi manajerial yang dipersyaratkan, namun DJP tetap berusaha menjaga agar level kompetensi teknis tidak dikalahkan begitu saja. Untuk menjaring pegawai yang memiliki talenta yang diharapkan, DJP sudah mulai memotret dan mencatat track record pegawai dari sejak pegawai ditempatkan untuk kemudian dimasukkan ke dalam talent pool. DJP berkeyakinan bahwa kompentensi teknis tidak akan hilang seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia pegawai. Namun, yang ada hanyalah perubahan bentuk kompentensi dari explicit knowledge ke tacit knowledge.

Bagi DJP, pegawai yang memiliki tacit knowledge karena pengalaman yang panjang, cepat belajar dan memiliki attitude yang baik adalah aset yang sangat berharga bagi organisasi. Untuk itu dalam proses penjaringan pegawai untuk promosi jabatan struktural, tahapan-tahapan yang mesti dilalui pegawai akan panjang namun telah direncanakan dengan baik. Di tahap akhir, setelah pegawai dinyatakan lulus persyaratan formal, track record attitude, dan uji kompentensi teknis, namun belum di-SK-an, pegawai talent wajib mengikuti magang (mentoring) selama beberapa bulan di kantor unit lain dengan bimbingan seorang mentor yang ditunjuk. Tugas mentor adalah mengasah dan men-deliver tacit knowledge kepada talent agar siap menjalankan tugas saat menduduki jabatan baru yang lebih tinggi. Seperti itulah tacit knowledge management di DJP terkait dengan pengembangan SDM. #PajakKitaUntukKita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s