CRM UNTUK KEPATUHAN YANG BERKELANJUTAN

Untuk membantu wajib pajak yang ingin patuh dalam melaksanakan kewajiban perpajakan mereka, pemerintah telah meluncurkan penerapan pengawasan kepatuhan berbasis risiko atau compliance risk management (CRM). 

CRM merupakan buah transformasi digital dalam administrasi perpajakan yang mengubah secara fundamental paradigma kepatuhan wajib pajak. Jika sebelumnya proses pengawasan tax compliance membutuhkan waktu lama dan kompleks, kini proses itu menjadi semakin cepat dan mudah untuk seluruh wajib pajak. Hal ini bisa terjadi karena inovasi teknologi menawarkan simplifikasi administrasi dan peningkatan performa institusi dalam memberikan pelayanan yang optimal.

Dalam model lama semua wajib pajak diperlakukan secara seragam sehingga justru menimbulkan ketidakadilan antara wajib pajak yang patuh dan yang tidak patuh. Dengan CRM, paradigma lama tersebut coba dihapuskan karena dapat menimbulkan sikap saling tidak percaya dan curiga antara wajib pajak dan otoritas pajak yang bisa menghambat terciptanya kepatuhan sukarela yang berkelanjutan.

Sebagai bagian dari program reformasi perpajakan, implementasi CRM adalah kelanjutan dari program amnesti pajak dan transparansi informasi keuangan yang telah memungkinkan pemerintah membangun profil risiko wajib pajak secara lebih canggih dan akurat. 

Dalam era keterbukaan informasi yang ditandai dengan makin massif dan mudahnya pertukaran data antar negara dan informasi yang dihasilkan, kehadiran CRM menjadi sangat penting dan relevan. Kombinasi antara CRM dan berlimpahnya data/ informasi tadi memungkinkan otoritas pajak untuk memetakan tingkat kepatuhan wajib pajak secara lebih akurat, sistematis, terukur, dan objektif. Pengawasan yang dilakukan pun menjadi lebih efektif untuk mencapai tujuan penerimaan pajak sesuai target yang ditetapkan, sembari menciptakan iklim yang kondusif dalam hubungan antara otoritas dan wajib pajak karena adanya kepastian.

Pemerintah menyadari bahwa di masa depan populasi wajib pajak yang semakin besar akan menyebabkan otoritas pajak sangat bergantung pada tingkat kepatuhan sukarela (voluntary compliance) wajib pajak dalam menghimpun penerimaan negara. Meski demikian, bagaimana pendekatan yang dilakukan untuk mengubah perilaku wajib pajak menjadi patuh ternyata memerlukan perlakuan yang variatif untuk  tiap wajib pajak.

Sistem CRM yang dikembangkan pemerintah menerapkan pendekatan berdasarkan profil risiko wajib pajak. Hal ini memungkinkan aparat pajak untuk memberikan pendekatan yang lebih variatif untuk tiap tingkat risiko. Pendekatan wajib pajak berdasarkan risiko ini sudah jamak dilakukan oleh otoritas pajak di banyak negara maju yang bertujuan mengubah perilaku wajib pajak untuk patuh memenuhi kewajiban perpajakannya melalui komunikasi yang tepat.   

Dengan profil risiko yang semakin canggih tersebut pemerintah dapat melayani wajib pajak secara lebih spesifik disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan wajib pajak yang bersangkutan. Kepada wajib pajak yang ingin patuh, pemerintah akan membantu mereka agar mudah dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya. Sebaliknya kepada wajib pajak yang dengan sengaja menolak melaksanakan kewajiban perpajakannya, otoritas akan tegas menindak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Pada intinya, dengan penerapan pengawasan berbasis risiko ini akan membantu pemerintah dalam melayani wajib pajak dengan lebih adil dan transparan sekaligus mengelola sumber daya secara lebih efektif dan lebih efisien sehingga pada akhirnya dapat membantu mewujudkan kepatuhan yang lebih optimal dan berkelanjutan.

Dengan tersedianya pasokan data/ informasi yang kontinyu dan akurat, ditambah dengan alokasi sumber daya yang optimal serta didukung hubungan yang kondusif antara otoritas pajak  dan wajib pajak, tentu membuat kita semakin optimis akan terciptanya kepatuhan pajak yang berkelanjutan. Dengan demikian, kemandirian fiskal yang dicita-citakan selama ini bukan tak mungkin akan dapat dicapai dalam waktu dekat. #PajakKitaUntukKita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s