DJP Sebut Kepatuhan Wajib Pajak Membaik

Hingga batas waktu 31 Maret 2021, WP orang pribadi yang telah melaporkan SPT mencapai 10,95 juta

JAKARTA– Direktorat Jenderal Pajak mencatat pelaporan Surat Pemberitahuan atau SPT Tahunan wajib pajak sebanyak 11,27 juta hingga 31 Maret 2021. Jumlah pelaporan ini meningkat 26,6% atau 2,4 juta SPT jika dibandingkan dengan tahun 2020 yang terkumpul 8,9 juta SPT.

Rinciannya, SPT WP orang pribadi mencapai 10,95 juta. Sisanya 319 ribu dilaporan oleh badan usaha.

“Kalau dari jumlah SPT yang masuk meningkat, dan sepertinya ini salah satu sinyal kepatuhan membaik,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Neilmaldrin Noor kepada Validnews, Kamis (1/4).

Peningkatan ini berasal dari jumlah pelaporan SPT secara elektronik melalui e-Filing, e-Form, dan e-SPT yang juga tumbuh sebesar 26,1% atau 2,2 juta SPT lebih banyak dari tahun sebelumnya yang terkumpul 8,6 juta SPT. Hingga 31 Maret 2021, jumlah SPT yang dilaporkan melalui e-Filling mencapai 10,83 juta. Sisanya sebanyak 4% atau 446 ribu dilaporkan secara manual.

Neilmadrin menambahkan, animo masyarakat terhadap pelaporan SPT Tahunan melalui e-Filing sudah semakin tinggi. Terlebih selama masa pandemi, saat masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah. “Sehingga e-Filing inilah yang menjadi solusi,” ungkap Neilmaldrin.

Batas waktu pelaporan SPT untuk orang pribadi telah berakhir pada 31 Maret 2021. Namun, Neilmadrin menyebutkan Wajib Pajak Orang Pribadi yang belum menyampaikan SPT Tahunan tetap bisa melaporkannya. Meskipun demikian, menurut Undang-Undang Ketentuan Umum Perpajakan, atas keterlambatan tersebut akan dikenai sanksi administrasi berupa denda seratus ribu rupiah.

Hingga akhir tahun, DJP menargetkan kepatuhan pelaporan surat pemberitahuan pajak tahunan pajak penghasilan atau SPT Tahunan PPh 2020 sebesar 80% atau sebanyak 15,2 juta wajib pajak. Adapun WP yang wajib SPT kurang lebih 19 juta, sebanyak 17,3 juta di antaranya merupakan WP orang pribadi.

Dalam enam tahun terakhir, rasio kepatuhan pelaporan SPT cenderung meningkat. Tingkat kepatuhan pada 2015 mencapai 60%, membaik di tahun berikutnya menjadi 61%. Lalu, pada 2017, tingkat kepatuhan bertambah menjadi 73%. Sempat menurut pada 2018 menjadi 71%, namun membaik pada 2019 dan 2020, masing-masing 73%, dan 78%.

Selama pandemi, DJP tetap melayani wajib pajak baik secara daring maupun luring. Selain pelaporan SPT, DJP juga telah menyediakan layanan seperti pendaftaran Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), cetak ulang NPWP, pembuatan kode billing, permohonan Surat Keterangan Fiskal yang bisa dilakukan secara daring.

Wajib pajak yang mengalami kendala dalam melaksanakan kewajiban perpajakan dapat menghubungi DJP melalui Agen Kring Pajak di nomor 1500200, telepon/pesan Whatsapp ke nomor resmi Kantor Pelayanan Pajak (KPP), surel resmi KPP, atau Direct Message (DM) akun media sosial KPP tempat wajib pajak terdaftar. Nomor telepon dan surel resmi setiap KPP dapat dilihat pada tautan http://www.pajak.go.id/unit-kerja.

Selain itu, apabila menginginkan layanan secara tatap muka, wajib pajak dapat menggunakan Aplikasi Kunjung Pajak (Aku Pajak), yakni aplikasi antrean online untuk wajib pajak yang hendak datang ke KPP. Setelah mendapatkan nomor antrean online, wajib pajak dapat mengunjungi KPP sesuai dengan waktu yang dijadwalkan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. (Fin Harini)

https://www.validnews.id/DJP-Sebut-Kepatuhan-Wajib-Pajak-Membaik-Lrl

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s