Meski Pandemi, Kontribusi Pajak Industri Hulu Migas Lebihi Target

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pandemi Covid-19 yang terjadi sepanjang tahun ini membuat hampir seluruh sektor mengalami tekanan hebat, namun industri hulu migas tetap memberikan kontribusi yang signifikan terhadap negara. Pasalnya kontribusi pajak di sektor hulu migas justru lebih tinggi dari yang ditargetkan oleh pemerintah, realisasi setoran pajak industri hulu migas mencapai Rp 69,16 triliun padahal pemerintah hanya menetapkan target setoran pajak dari hulu migas sebesar Rp 64,7 triliun, artinya sektor hulu migas dan jasa penunjang industri hulu migas telah mencapai 106,85% dari target yang ditetapkan pemerintah.

Lebih rincinya, setoran pajak industri hulu migas sampai dengan 19 Desember 2021 antara lain : PPh Migas sebesar Rp. 52,49 triliun jumlah ini surplus 14,7% dari target, PBB Migas dan Sektor lainnya sebesar Rp. 7,7 triliun atau surplus 11,72% dari target, PPh Non Migas Rp. 5,8 triliun, PPN dan PPnBM sebesar Rp. 3,1 triliun, dan Pajak lainnya sebesar Rp. 0,036 triliun atau surplus 0,27% dari target.

A. Rinto Pudyantoro, Kepala Divisi Program dan Komunikasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menuturkan industri hulu migas bangga dapat memberikan kontribusi terbaik bagi negara. Pelampauan target setoran pajak hulu migas ke negara menunjukkan bahwa industri hulu migas terus memberikan kontribusi dan turut serta menopang pembangunan. Ini menegaskan peran penting industri hulu migas bagi penerimaan negara dan modal pembangunan.

Tidak hanya setoran pajak migas yang melampaui penerimaan negara. Kontribusi hulu migas dalam penerimaan negara bukan pajak (PNBP) melalui hasil pengelolaan minyak dan gas juga melampaui target 2021. “Target penerimaan negara pada APBN 2021 ditetapkan sebesar US$ 7,28 miliar. Sampai November 2021, penerimaan negara dari industri hulu migas sudah mencapai US$ 12,55 miliar atau setara dengan Rp 182 triliun dan mencapai 172% dari target Pemerintah. Prognosa kami, sampai akhir tahun 2021 penerimaan negara dari sektor hulu migas akan mencapai sekitar US$ 13,92 miliar atau setara dengan Rp 202 triliun,” ujar Rinto, Selasa (21/12).

Momentum pemulihan ekonomi dunia dengan konsumsi energi yang semakin pulih mendekati sebelum pandemi, menjadi momentum untuk meningkatkan kinerja industri hulu migas. Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah juga dapat mendukung perkembangan sektor hulu migas dengan berbagai kebijakan, termasuk kebijakan insentif, agar lapangan migas yang sebelumnya tidak ekonomis menjadi lebih ekonomis..

“Inilah saatnya Pemerintah dan industri hulu migas menggenjot produksi migas, sehingga Pemerintah akan mendapatkan penerimaan yang optimal untuk mendukung program pembangunan, termasuk salah satunya untuk mendukung dan membiayai masa transisi energi, menuju energi baru dan terbarukan (EBT),” lanjutnya.

Menanggapi capaian setoran pajak hulu migas, IPA Finance & Tax Committee, Hendra Halim mengatakan bahwa Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dengan dukungan dari SKK Migas terus melakukan berbagai upaya agar operasional hulu migas tetap optimal. Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan langkah untuk melakukan adaptasi cara bekerja dan terus bersinergi dengan SKK Migas dan instansi terkait lainnya.

“Meskipun banyaknya kendala operasional dan keterbatasan yang diakibatkan oleh pandemi, KKKS terus berusaha menjaga pola kerja yang optimal. Kami berharap di tahun 2022 dan seterusnya, agar cooperative compliance dan iklim investasi di industri hulu migas dapat terus ditingkatkan untuk menarik masuknya investasi di industri migas yang sangat dibutuhkan dalam mencapai 1 juta barel minyak perhari (MBOPD) dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada tahun 2030.  Jika hal ini dapat direalisasikan dengan baik, maka kontribusi pajak dari sektor hulu migas akan lebih besar lagi”, kata Hendra.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pajak Migas Muh. Tunjung Nugroho menyampaikan apresiasi atas kontribusi pajak dari sektor hulu migas. Ditengah upaya dan kerja keras Pemerintah untuk menanggulangi wabah Covid-19, serta membangun kembali perekonomian, sektoran pajak akan menjadi andalan karena memberikan porsi terbesar bagi penerimaan negara. Menurutnya, hulu migas masih tetap menjadi andalan penerimaan negara, termasuk didalamnya adalah pajak. Oleh karena itu, Ia berharap industri hulu migas dapat berkelanjutan sehingga dapat terus memberikan kontribusinya dalam pembangunan nasional.

https://native.kontan.co.id/news/meski-pandemi-kontribusi-pajak-industri-hulu-migas-lebihi-target

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s