Orang RI Masih Belum ‘Taat’ Bayar Pajak, Ini Buktinya

JAKARTA – Kepatuhan wajib pajak pada implementasi Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP) masih cukup minim. Meski demikian, tingkat efektivitas dari adanya program PPS (Pengungkapan Pajak Sukarela) sebagai instrumen dari UU HPP dapat di simpulkan setelah berakhirnya program tersebut.

Direktur Eksekutif CITA Ruben Hutabarat mengatakan wajib pajak baru akan mulai melaporkan hartanya ketika akhir-akhir penutupan program tersebut.

“Kalau dibandingkan dengan tax amnesty yang pertama, jumlahnya memang 11 ribu sampai dengan kemarin, dibandingkan dengan total tax amnesty pertama yang sekitar 900 ribuan walaupun memang lonjakan peserta itu terjadi pada menit menit terakhir ya, pada saat tax amnesty pertama kami tutup,” ujarnya dalam Market Review IDXChanel, Jumat (11/2/2022).

“Memang kalau dibandingkan persentase itu masih kecil ya, karena memang baru berjalan 1,5 bulan, harapannya sih pada fenomena yang sama kita akan terjadi juga, mengingat behavior wajib pajak di Indonesia belum berubah banyak pada saat kesempatan terkahir baru menyampaikan tax amnestynya,” lanjut Ruben.

Ruben optimis pemerintah dapat secara optimal untuk meningkatkan wajib pajak dengan adanya tax amnesty jilid II ini karena akan lebih banyak memiliki data yang masif dengan adanya program PPS yang diberlakukan saat ini.

“Yang harus di ingat adalah, otoritas pajak sudah memiliki data yang masif cuma seperti yang saya sampaikan, pemerintah kita menghadapi covid dan keterbatasan waktu untuk melakukan konsolidasi fiskal,” kata Ruben.

Menurutnya setelah berakhirnya PPS ini, pemerintah bakal segera melakukan penegakan hukum yang lebih masif bermodalkan data-data yang sudah di himpun sebelumnya. Sehingga hal ini menurut Ruben dapat menjadi pertimbangan untuk para wajib pajak mengikuti tax amnesty jilid II. Memang pengampunan pajak yang diberikan pada tax amnesty jilid II tergolong besar jika dibandingkan dengan PPH yang seharusnya dibayarkan jika tidak ada amnesty ini.

“Pemerintah akan melakukan penegakan hukum yang lebih masif dengan data yang sudah di milikinya, itu yang harus jadi pertimbangan juga untuk wajib pajak untuk memutuskan apakah dia memang tidak itu PPS atau ikut,” kata Ruben

“Kalau saat ini baru sampai angka 11 ribu, saya optimis itu tidak terlepas dari behavior masyarakat kita yang memanfaatkan last minute, kalau saya melihat dari animo masyarakat mengikuti sosialisasi, saya optimis akan banyak di ikuti oleh wajib pajak,” pungkasnya.

https://economy.okezone.com/read/2022/02/11/320/2545775/orang-ri-masih-belum-taat-bayar-pajak-ini-buktinya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s