PPN 11% dan Pajak Karbon Berlaku Saat Ramadan, Begini Efeknya ke Inflasi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Chief Economist PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Banjaran Surya mengungkapkan, kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 11%, dan juga pemberlakuan pajak karbon pada 1 April yang berbarengan dengan momentum Ramadan, tidak akan berdampak secara langsung pada kenaikan inflasi.

Menurutnya, pola  Ramadan sangat mirip, yakni tingkat konsumsi masyarakat menguat, kemudian akan diikuti oleh harga-harga di pasaran yang naik. Sehingga ekonomi akan mulai bergairah.

“Konsumsi kuat, harga akan naik tetapi tidak yang di luar kendali. Jadi ekonomi bergairah. Pelajaran dari kemarin, distribusi juga akan diamankan,” ujar Banjaran kepada Kontan.co.id, Selasa (22/3).

Berdasarkan asumsinya tersebut, Banjaran memproyeksikan, dengan pengenaan tarif PPN 11%, pengenaan pajak karbon dan momentum Ramadan, inflasi domestik pada April diperkirakan hanya kan meningkat dari bulan sebelumnya yakni menjadi 0,4% mtm hingga 0,56%.

Menurutnya, inflasi pada Mei justru akan lebih tinggi, jika pemerintah memperbolehkan mudik lebaran. 

“Yang jelas lebaran itu efeknya bisa dua minggu sebelum dan dua minggu sesudah,” jelasnya.

Sayangnya, ia belum bisa memastikan kisaran angka inflasi jika pemerintah benar-benar memperbolehkan masyarakat untuk mudik ke kampung halaman. 

Mengingat dalam 2 periode lebaran, masyarakat terpaksa tidak pulang ke kampung masing-masing karena adanya larangan mudik. 

https://nasional.kontan.co.id/news/ppn-11-dan-pajak-karbon-berlaku-saat-ramadan-begini-efeknya-ke-inflasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s