STRATEGI PENGEMBANGAN SISTEM ADMINISTRASI PERPAJAKAN DI ERA TEKNOLOGI INFORMASI

Langkah pengembangan sistem administrasi perpajakan yang dilaksanakan oleh Pemerintah pantas disebut sebagai sebuah langkah strategis. Sebab, paling tidak usaha ini mampu menjawab tuntutan perkembangan di era teknologi informasi dalam jangka menengah. Secara umum usaha ini mencakup dua aspek besar, yaitu aspek internal dan eksternal. Dari aspek internal, otoritas pajak berusaha menata ke dalam sistem adminitrasinya agar lebih efisien dan efektif selaras dengan misinya. Sedangkan dari aspek eksternal, terkait dengan mutu pelayanan kepada wajib pajak dan kepercayaan di kalangan masyarakat luas terhadap institusi pajak, serta untuk mengimbangi realitas di dunia luar yang terus berubah sedemikian cepat tanpa mengenal kompromi.

RUU PERPAJAKAN DI TENGAH POLEMIK PRO DAN KONTRA

Siapapun pasti akan memaklumi bahwa selama dua dasawarsa terakhir ini penerimaan negara dari sektor perpajakan merupakan andalan pembiayaan pembangunan, sebagaimana tercermin dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disahkan DPR setiap tahunnya. Dari APBN itu terlihat jelas betapa penerimaan pajak (tax revenue) mempunyai peranan yang strategis dalam menunjang operasi fiskal Pemerintah, baik dalam pengeluaran rutin (current expenditure) dan pengeluaran pembangunan (capital expenditure) maupun dalam pengelolaan dan pengendalian kebijakan ekonomi makro.