Dorong Pertumbuhan Elektrifikasi, Pajak Mobil Konvensional di Negara Ini Bakal Dipatok Lebih Tinggi

Photo by Mike on Pexels.com

Liputan6.com, Jakarta – Thailand terus mencari cara untuk mempromosikan penggunakan kendaraan listrik. Hal tersebut, sebagai upaya untuk mengurangi polusi udara di negara tersebut.

Cara yang memungkinkan, adalah dengan memberlakukan pajak yang lebih tinggi untuk kendaraan dengan mesin pembakaran internal (ICE), sehingga pembeli akan diminta untuk memilih mobil listrik.

Seperti dilaporkan Bangkok Post, sumber dari Kementerian keungan Thailand mengatakan, pemerintah telah menjadwalkan bertemu dengan perusahaan mobil bulan depan, untuk membahas rencana proposal pajak tersebut. Struktur pajak di Thailand sendiri akan berakhir pada 2025, dan ada keinginan yang tinggi untuk mempertimbangkan tarif yang lebih sesuai.

Sumber tersebut juga mengatakan, produsen mobil yang sudah dihubungi terkait rencana pajak untuk mobil bensin dan diesel ini, adalah Nissan.

Menurut Atthawit Techawiboonwong, General manager Eksternal dan Pemerintahan Nissan Motor Thailand menjelaskan, perusahaan akan berbagi ide dengan pemerintah, untuk meningkatkan pasar dan merangsang permintaan untuk mobil listrik.

Lanjutnya, perusahaan mobil siap mengikuti kebijakan mobil listrik, tetap lebih banyak yang dibutuhkan untuk memastikan bahwa program pemerintah ini akan berhasil. banyak produsen sebelumnya, jika menaikan pajak saja tidak cukup.

Langkah-langkah lain seperti potongan pajak penghasilan untuk perusahaan yang membeli mobil listrik, akan menjadi awal yang baik. Selain itu, Badan negara juga harus menetapkan model untuk penggunaan mobil listrik, dan hal tersebut tentu saja tidak mungkin terjadi, tanpa adanya perubahan peraturan pengadaan negara yang tidak mendukung pembelian obil listrik baterai ini.

Sementara itu, banyak elemen juga yang harus menjadi pertimbangan, seperti masih mahalnya harga mobil listrik dan kurangnya infrastruktur.

“Kami harus mempertimbangkan berbagai faktor mulai dari permintaan dan harga, hingga pengisian EV. Kalau pembeli belum siap, mobilnya tidak bisa dijual. EV mahal. Apakah orang Thailand siap membelinya?,” ujarnya sembari bertanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s